Sudut siku-siku pada segitiga diwakili oleh simbol ∟. Jika dua garis lurus saling berpotongan pada sudut 90˚ atau saling tegak lurus di persimpangan, keduanya membentuk sudut siku-siku. Pada setiap segitiga siku-siku, berlaku aturan (teorema) Pythagoras yang berbunyi “kuadrat sisi miring sama dengan jumlah kuadrat sisi siku-sikunya”.
Aksioma 2: Suatu ruas garis yang terbatas, jika diperpanjang akan. menghasilkan sebuah garis. Aksioma 3: Untuk mendeskripsikan suatu lingkaran diperlukan suatu pusat. dan jari-jari. Aksioma 4 : Semua sudut siku-siku sama satu dengan lainnya. Aksioma 5 : Jika suatu garis memotong dua garis lainnya sedemikian.
Garis bagi segitiga (garis AD,BE,dan CF) berpotongan pada satu titik yang disebut titik bagi (titik O). 2). Garis bagi sudut sebuah segitiga membagi sisi yang didepannya menjadi dua bagian yang rasio panjangnya sama dengan rasio sisi-sisi yang berdekatan dengan bagian tersebut, perbandingan yang dimaksud yaitu $ BD : DC = AB : AC $.
Kedua garis sejajar. b. Kedua garis berpotongan tegak lurus. c. Kedua garis berpotongan. d. Kedudukan kedua garis tidak dapat ditentukan. Jawab: Garis 2x + y = 2 (memiliki a = 2 dan b = 1) maka m1 = -a/b = -2/1 = -2. Garis 2x – 3y = 4 (memiliki a = 2 dan b = -3) maka m2 = -a/b = -2/-3 = 2/3. Karena m1 tidak sama dengan m2. Karena m1.m2 tidak
Postulat 27: Perpotongan dua bidang adalah sebuah garis Dalil 46: Jika suatu garis tegak lurus pada salah satu dari dua bidang yang sejajar, maka garis itu tegak lurus pada bidang yang lain. Pembuktian Diketahui: α // β, l α Buktikan: l β Bukti Pernyataan Alasan 1. Misalnya titik R pada α dan garis yang melalui P dan R 2.
4f6a.
garis berpotongan pada prisma segitiga