MANUSIA DAN KEBUTUHAN DOKTRIN AGAMA. A. Kebutuhan Manusia Terhadap Agama. Secara naluri, manusia mengakui kekuatan dalam kehidupan ini di luar dirinya. Hal ini dapat mengganggu perasaan dan jiwanya dan semakin mendesak pertanyaan-pertanyaan tersebut semakin gelisah ia apabila tak terjawab. Hal inilah yang disebut dengan rasa ingin tahu manusia.
Kebebasan Memeluk Agama dan Kepercayaan sebagai HAM. Pada dasarnya, hak beragama merupakan salah satu Hak Asasi Manusia ("HAM") yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun atau dikenal dengan istilah non-derrogable rights. [1] Dengan demikian, kebebasan memeluk agama atau kepercayaan adalah hak setiap warga negara, dan negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk
Kondisi manusia terdiri dari beberapa unsur, yaitu unsur jasmani dan unsur rohani.Untuk menumbuhkan dan mengembangkan kedua unsur tersebut harus mendapat perhatian khusus yang seimbang.Unsur jasmani membutuhkan pemenuhan yang bersifat fisik jasmaniah.Kebutuhan tersebut adalah makan-minum, bekerja, istirahat yang seimbang, berolahraga, dan
MANUSIA DAN KEBUTUHAN DOKTRIN AGAMA. Abdul Wahid1, Ilham Panji Akbar2, Janu Annas Wijanarko3, Wawan Kurniawan Purnomo Aji4, Nurul Hikmah5 1,2,3,4,5 Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya, Indonesia Korespondesi Penulis.
Tetapi dari segi sains sosial, fungsi agama mempunyai dimensi yang lain seperti: 1. Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia. 2. Menjawab berbagai pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh manusia. 3. Memainkan fungsi peranan sosial. 7 Isnawati, "Manusia: Antara Kebutuhan Doktrin Agama dan Inklusivitas Beragama".
uP6U5Sn.
pertanyaan manusia dan kebutuhan doktrin agama