Berikutrincian biaya yang kami jalani selama melakukan backpacker ke Bromo, dan di hitung perorang, tapi kami ber 8 jadi kalikan 8 saja totalnya brp : 1. Kereta matarmaja Rp 41.000/org (musim lebaran) 2. Carter angkot Rp 10.000/org 3. Carter Jeep 1 x drop Rp 50.000/org 4. Penginapan Rp 40.000/org 5. Makan dll Rp 75.000/org 6. Travel Rp 25.000/org
cariteman jalan ke Bromo, mumpung ada salju nya pada bulan ini. Rencana tanggal 16 - 20 Agustus 2022. 20 Agustus 2022. Saya dari Jakarta. Bisa barengan dari JKT Ato ketemu di stasiun Malang. Yang minat dm aja. Biar saling komunikasi. Thx. bromo salju. 0. 0. Tandai Silakan login atau 1 cari teman backpacker trip bromo dan malang Url
AkomodasiBromo, banyak penginapan di Bromo, rate harga mulai 80.000 - 450.000, buat backpackers sebaiknya menginap di Losmen atau Homestay saja, tarif satu kamar per malam Rp 80.000/orang, atau Rp 100.000/2 orang, rekomendasi tempat untuk penginapan adalah Losmen Setia Kawan (hub pak Santoso 08123460471) atau Homestay Tengger Permai.
DiCemoro Lawang - Bromo, Anda dapat menemukan penginapan dengan harga Rp 75.000 - 150.000. Tarif ini cukup bersahabat untuk budget para backpacker. 4. Pertimbangkan untuk Menyewa Jeep Hal yang satu ini sangat penting bagi Anda yang pergi ke Bromo dengan menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi, baik motor atau mobil.
BackpackerIndonesia; Forum; Cari teman jalan; Semarang-Malang berkereta ; Q: Trending. Salam ransel..hee.. Ane anak baru backpaker gan Rencana mau ngegambel ke bromo dari semarang, rencana mau naik keretan bro/sist..soalnya menurut informan ane, pemandangnnya keren abis klo naik kereta Serasa suting 5cm katanya..haaa Ayo, yang mau
e4rbQQF. Cara Backpacker ke Bromo Buat Kamu yang Berbudget Minim5 Juni 2016 Bromo, keindahan kawasan pegunungan Tengger ini tidak diragukan lagi. Setiap hari ratusan bahkan ribuan traveler dari seluruh dunia datang untuk menyaksikan pemandangan alam yang luar biasa. Ada banyak cara untuk menikmati Bromo, mulai dari style turis, flashpacker, maupun backpacker. Buat kamu yang punya budget minim, bisa juga lho menikmati keindahan Bromo. Pengen tahu caranya? Yuk simak tips dan trik backpacker ke Bromo! Menikmati keindahan Bromo, tidak harus ambil cuti panjang. Libur weekend di sabtu-minggu bisa kamu manfaatkan kok. Untuk backpackr ke Bromo, kamu hanya membutuhkan waktu Sabtu half day dan Minggu Full day. Nggak perlu cuti kan?TRANSPORTASI Ada banyak pilihan transportasi yang bisa kamu gunakan untuk menuju Bromo. Ini beberapa Sepeda Motor Buat kamu yang berbudget minim dan berasal dari Jawa Timur, sepeda motor adalah pilihan utama. Semua kawasan Bromo, mulai dari Penanjakan 1, Penanjakan 2, Kawah Bromo, Pasir berbisik, dan Savana, bisa kamu jelajahi dengan motor. Hindari menggunakan motor matic, karena jalan menuju Penanjakan 1 yang menanjak ya iyalah dan jalan di lautan pasir Bromo yang hampir pasti bikin selip. Kamu bisa berangkat pukul dari Surabaya, dengan jarak tempuh 2 sampai 3 jam menuju Bromo. Setelah itu, kamu bisa istirahat dulu di Cemoro Lawang untuk sekedar ngopi atau makan. Lebih baik kamu segera naik ke Penanjakan pada pukul agar tidak bersinggungan dengan Jeep. Setelah pukul Jeep Bromo akan banyak yang masuk ke kawasan, dan akan menyulitkanmu yang naik sepeda motor. Debu-debu bakalan bertebaran di lautan pasir, dan jalur menuju Penanjakan akan sangat berbahaya karena penuh dengan Jeep. Kelebihan -Murah! Total biaya transport paling cuma , plus tiket dan parkir motor total -Fleksible Kekurangan -Capek, ngantuk. Trip sunrise Bromo bakal menguras energi kamu. Saat siang kamu harus nyetri sepeda, saat malam kamu tetep harus nyetir menantang debu pasir Bromo untuk mengejar sunrise. Banyak pemotor yang tidak terbiasa begadang mengantuk di jalan. Tentu akan sangat berbahaya, karena jalur Bromo adalah jalur pegunungan yang berkelok kelok. -Debu. Yup, Bromo penuh dengan debu vulkanik. Naik sepeda motor di Bromo, rasanya kayak menerjang badai pasir, apalagi kalau kamu pas bersaing dengan Jeep jeep Bromo. -Motor turun mesin. Kalau motor mu punya cc besar dan kuat, tidak masalah, tapi kalau motormu cuma motor bebek atau matic, kamu harus ekstra hati Transportasi Umum Ke Bromo bisa juga naik kendaraan umum loh. Simak yuk contoh rute dari Jakarta Pertama, kamu harus ke Surabaya atau Malang. Bisa naik kereta, atau pesawat, kereta memang lebih murah, namun kamu butuh waktu sekitar 12 jam untuk sampai di Surabaya. Pesawat mungkin adalah pilihan terbaik, hanya berjarak tempuh 1 jam 30 menit. Tiket nya pun relatif murah dibawah tiket Jakarta-Surabaya lebih murah daripada Jakarta-Malang, dan pilihan jadwalnya lebih banyak. Untuk kereta, kamu bisa naik kereta Kertajaya ekonomi dari Stasiun Pasar Senen-Stasiun Surabaya Pasar Turi seharga Setelah itu, kamu harus menuju ke Terminal Purabaya atau lebih bekennya Bungurasih. Dari Pasar Turi, kamu bisa naik bus Kota. Dari bandara, kamu bisa naik Bus Damri ke Terminal. Dari Terminal Purabaya, langsung aja pilih bus ke Probolinggo, kamu bisa naik Bus Patas dengan tarif , atau Ekonomi dengan tarif Sesampainya di Terminal Probolinggo, kamu harus cari minibus menuju Bromo bahasa gaulnya Bison. Bison ini biasa mangkal di luar terminal, dan baru jalan kalau udah penuh. Jadi pak sopirnya bakalan nunggu sampai terisi penuh sekitar 10-15 orang. Biaya per orang atau bisa sewa dengan harga per kendaraan. Oh ya, Bison ini hanya beroperasi sampai pukul saja. Paling pol jam Jadi kamu harus sewa ojek ke Cemara Lawang kalau datang lebih malam, tentu dengan biaya lebih mahal Kamu bisa juga ambil Jeep dari Kota Malang, dengan biaya pax termasuk tiket. Kontak 0899 366 2758/ Pin BB 7452B5B4 Kelebihan -Kamu nggak akan secapek naik motor. Kekurangan -Ribet ganti ganti kendaraan. -Risiko naik kendaraan umum, copet, ngetem, dipalak dll. -Harus datang sebelum pukul agar bisa naik Ada banyak pilihan menginap di Bromo, mulai dari yang gratis, murah, sampai mahal. Untuk yang gratis, kamu bisa mendirikan tenda di camping ground, atau keleleran di gazebo di Cemara Lawang. Penginapan yang murah ada banyak di Bromo, biasanya homestay dengan kisaran harga per malam. Penginapan di desa yang lebih jauh dari Bromo misal desa Ngadisari, lebih murah dengan harga Sedangkan rate harga hotel di desa Cemara Lawang paling dekat dengan Bromo lebih mahal dengan kisaran harga ke BROMO Untuk berkeliling taman nasional Bromo Tengger Semeru, ada banyak pilihan yang bisa kamu ambil, berikut pilihannya Jeep 4 Lokasi Penanjakan, Kawah Bromo, Savana, Pasir Berbisik seharga / jeep. 2 Lokasi Penanjakan, Kawah Bromo / jeep. Untuk menghemat budget, kamu juga bisa ikut rombongan backpacker lain yang kekurangan penumpang. Kapasitas Jeep adalah 6 orang sehingga akan lebih murah kalau kamu bisa satu rombongan. Ojek Motor 2 Lokasi Penanjakan , Kawah Bromo motor Sumber
foto by Berwisata ke Kota Malang adalah hal paling dinantikan dan diburu oleh para Backpacker. Karena Malang merupakan salah satu kota wisata terbesar di Jawa Timur,Indonesia. Biaya hidup untuk traveling dikota ini relatif murah dan bersahabat dengan kantong para backpacker. Bahkan tidak berhenti di Kota Batu dan Malang saja, banyak para backpacker yang memutuskan untuk melanjutkan petualangan mereka ke Gunung Bromo. Karena memang jarak Gunung Bromo dari Malang terbilang tidak begitu jauh. Lantas, apa saja si yang dapat kita explore di Kota Apel ini selama 3 hari 2 malam? Dan apa saja yang harus dipersiapkan sebelum melancong ke Malang? Bagi yang belum pernah ataupun ingin kembali berkunjung ke kota ini dengan cara backpacker-an sendiri atau bareng pacar. Atau ingin pergi honeymoon bersama pasangan. Wajib ikuti panduan dari kami ini. Yuk ! 1. Perjalanan Ke Malang❤️2. Siapkan Perbekalan Dari Rumah❤️3. Pilih Penginapan Dekat Tempat Wisata❤️4. Jangan Lupa Kunjungi Obyek Wisata Populer❤️5. Mencoba Wisata Gratis, Jangan Sampai Terlewat❤️6. Transportasi Saat Di Malang❤️7. Metik Buah Apel Di Kota Asalnya❤️8. Icip-Icip Kuliner Khas Kota Apel❤️9. Berburu Oleh-Oleh Murah❤️10. Membawa Sweater❤️ 1. Perjalanan Ke Malang❤️ foto by Bagi anda yang berdomisili di Jakarta, Bandung dan sekitarnya, gunakanlah transportasi umum via darat seperti kereta api. Yakni, kereta Api Ekonomi Matarmaja, tujuan Stasiun Pasar Senen – Stasiun Malang. Biaya tiketnya cukup terjangkau yaitu 109ribu rupiah. Lama perjalanannya yaitu 17 jam. Nah buat yang tinggal di Surabaya, Jogja, Solo dan sekitarnya, bisa juga menggunakan kereta api baik ekonomi maupun bisnis dan eksekutif, tergantung budget yang kalian punya. Kalau dari arah Semarang bisa naik kereta api ekonomi Jayabaya. Dan jika dirasa malas untuk menyewa kendaraan saat berada di Malang. Mungkin membawa kendaraan pribadi bisa jadi alternatif. Dengan begitu kamu akan lebih menghemat pengeluaran untuk naik angkutan umum. 2. Siapkan Perbekalan Dari Rumah❤️ foto by Selain untuk menemanimu saat perjalanan menuju Malang dan ketika berlibur. Untuk menghemat pengeluaran agar tidak jajan makanan di restoran kereta, ada baiknya kalau kamu membawa makanan, snack ringan, dan minuman dari rumah. Karena seperti yang kita tau, bahwa harga makanan dan minuman di kereta itu cukup mahal kan. jadi daripada harus membuang uang lebih, mendingan bawa perbekalan sendiri aja!. 3. Pilih Penginapan Dekat Tempat Wisata❤️ foto by Sebelum berangkat ada baiknya kalau kamu sudah memesan penginapan terlebih dahulu. Sebagai pertimbangan, sebaiknya carilah penginapan di kawasan kota Batu. Karena Kota Batu, banyak banget tempat wisatanya. Jadi jika berencana untuk explore kota Batu jaraknya akan lebih dekat. Jarak Kota Batu dengan Pusat Kota Malang juga dekat, Cuma satu jam perjalanan. Kalau kamu melakukan perjalanan backpacker bersama beberapa orang, lebih baik pilih guest house, hostel, atau villa agar lebih terjangkau. 4. Jangan Lupa Kunjungi Obyek Wisata Populer❤️ foto by Kawasan dengan banyak pilihan obyek wisatanya adalah Batu. Batu adalah tempatnya wisata-wisata populer. Maka dari itu, diawal kami sarankan agar mencari penginapan di kawasan Batu. Karena bukan tidak mungkin, kalo kamu akan banyak meghabiskan waktu untuk ngubek-ngubek wisata di Batu. Nah terus wisata mana saja yang bisa dikunjungi saat berada di Batu? Ada beberapa pilihan seperti Jatim Park 1,2,3, Museum Angkut,Taman Selecta,Secret Zoo. Dan jika malam tiba, kamu bisa nongkrong di Alun-alun Kota Batu. Atau bisa juga mengunjungi Batu Night Specetacular, tempat wahana bermain malem hari, seperti Pasar Malam. Jika ingin menjelajahi pantai, cobalah ke area di Malang Selatan. Seperti Pantai Sendang Biru, dengan pulau Sempu nya yang terkenal. 5. Mencoba Wisata Gratis, Jangan Sampai Terlewat❤️ foto by Setelah berkunjung ke beberapa obyek wisata berbayar, tidak ada salahnya kalau kamu mencoba berwisata ke tempat yang gratis. Kamu bisa pergi ke Alun-alun Kota Malang menggunakan Bus City Tour. Bus tersebut akan mengantarmu untuk berkeliling Kota Malang. Hal seperti ini patut dicoba saat malam hari. Selain menghindari panas, kamu juga bisa menikmati keindahan Kota Malang saat malam hari. Selain itu, sempatkan untuk melihat Patung Ikonik kota Malang. Yaitu Patung Singo Edan Arema yang berada di Stasiun Malang Kota Baru. Patung tersebut adalah maskot dari tim sepakbola kebanggaan dari kota ini, yaitu Arema FC. 6. Transportasi Saat Di Malang❤️ foto by Untuk menuju ke lokasi wisata tujuan hendaknya pikirkan dulu untuk menunggang apa. Karena di Malang untuk mencari tempat penyewaan motor agak susah, tidak seperti di Lombok ataupun Bali. Jika pergi sama rombongan alternatif menyewa mobil bisa dijadikan pilihan. Tapi opsi lain yang lebih hemat untuk para solo backpacker adalah menggunakan bus umum. Saat hendak naik bus, jangan ragu untuk tanya rute perjalanannya ya. 7. Metik Buah Apel Di Kota Asalnya❤️ foto by Belum pernah kan ngerasain kan metik apel langsung dari pohonnya? Nah disinilah waktunya untuk kamu melakukan itu. Malang memang kota dengan julukan Kota Apel. Karena di kota ini sangat banyak kebun pohon apel hijau tersebar luas. Terutama di Kota Batu. Pengalaman ini tidak boleh terlewat oleh para backpacker. Karena bakal jadi suatu pengalaman seru saat berlibur ke Kota Malang. Kamu bisa berkunjung ke Agrowisata Kusuma yang ada di Batu. Rasakan sensasi berbeda memetik dan makan buah apel langsung dari pohonnya. Biaya untuk bisa melakukan kegiatan ini adalah antara 34ribu – 54ribu. Selain apel, pengunjung juga bisa memetik buah strawberry. 8. Icip-Icip Kuliner Khas Kota Apel❤️ foto by Ketika berlibur ke Kota Malang, ada satu rangkaian yang tidak boleh tertinggal. Yaitu mencicipi kudapan khas Malang. Ada satu kudapan terkenal di Malang, bahkan populer di seluruh kuliner nusantara. Bakso Bakar Trowulan, yaps ! bakso bakar ini memang legendaris banget di Malang. Populer karena kelezatan yang tidak ada duanya. Bahkan banyak wisatawan maupun warga lokal rela menunggu berjam-jam hanya untuk beberapa tusuk bakso bakar ini. Bumbunya yang istimewa dan khas membuat siapa saja akan ketagihan saat mencicipi kudapan ini. Selanjutnya ada Depot Hok Lay. Disana ada Cwi Mie Pangsit nya yang terkenal. Buat yang ngga tau cwi mie, itu adalah sebutan untuk miayamnya orang malang. Jadi mereka menamai makanan sejuta umat ini dengan sebutan Cwi Mie. Selain Cwi Mie, ada juga minuman yang berasal dari campuran coklat dan susu murni, Fresco namanya. Saat mampir ke Alun-alun Kota Batu, jangan lupa untuk mencicipi berbagai macam makanan olahan ketan dengan topping yang variatif. Kamu bisa menemukannya di Pos Ketan Legenda 1967. 9. Berburu Oleh-Oleh Murah❤️ foto by Jika kamu berniat untuk membawakan oleh-oleh untuk keluarga,teman,atau saudara di tempat tinggalmu, coba bawakan saja buah tangan Apel Hijau hasil petikanmu saat di Agrowisata Kusuma tadi?. Selain lebih hemat, ini bakal jadi oleh-oleh ter anti mainstream yang pernah ada. Karena biasanya, orang-orang akan malas untuk membawa buah aslinya. Jadi kadang mereka lebih memilih membawakan oleh-oleh dari olahan buah apel, seperti keripik apel. Oleh-oleh seperti itu bisa kamu dapatkan di kawasan terminal Arjosari. Atau lebih tepatnya di Goedang Oleh-Oleh. 10. Membawa Sweater❤️ Batu dan Malang merupakan kota yang dekat dengan pegunungan. Maka tak heran jika udara di wilayah ini cukup sejuk bahkan dingin. Jadi saat packing barang-barang dan perlengkapan liburan, jangan lupa untuk membawa baju hangat. Supaya kamu bisa tetap backpacker-an tanpa terganggu dengan suhu dingin yang ada di Kota Batu dan Malang. Bahkan saat malam haripun, kamu tidak usah menggunakan kipas angin ataupun pendingin ruangan. Karena saat malam hari, suhu udaranya lebih dingin. Jadi jangan heran ya, saat menginap di kawasan Batu, kamu akan jarang sekali menemukan hotel yang menyediakan fasilitas pendingin ruangan. Itu dia beberapa tips menarik dan seru dari untuk pengalaman trip bacpacker ke Malang di tahun 2023 ini. Gimana? Sudah kamu ingat-ingat? Jika khawatir lupa, silahkan catat saja gengs!. Semoga info tadi bisa jadi panduan petualanganmu kali ini ya! Jangan lupa juga merancang sebuah itenerary untuk menghitung estimasi waktu dan biaya yang dibutuhkan. David yang kini berusia 25 tahun sudah tertarik dengan menulis sejak masuk salah satu Universitas di Yogyakarta. Kini David bekerja di salah satu Penerbit Buku di Jogja. Di luar kerja, David lebih memilih menghabiskan waktu produktif menulis di dan
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Saya mempunyai ambisi pribadi untuk mengunjungi berbagai tempat yang berbeda di setiap kesempatan liburan saya. Kali ini saya ingin bercerita pengalaman tahun kemarin saya mengambil cuti dan memutuskan untuk pergi liburan ke Jakarta. Tadinya tidak kepikiran ke Semarang karena sekarang tidak saya terkenal kota kota di pulau Jawa yang menjadi tujuan wisata seperti Jogjakarta dan Malang. Namun saya memiliki saudara sudah lama tidak kebetulan beliau tinggal di kota Semarang dekat Universitas memilih transportasi kereta api. Pertimbangan memilih transportasi tersebut dikarenakan saya belum pernah naik kereta api lintas provinsi di Indonesia, jadi Pengen gitu deh cobain lama di kereta gimana dari stasiun Gambir pukul tujuh empat. Perjalanan disuguhkan dengan pemandangan keindahan alam berupa laut di sisi utara dan gunung di sisi selatan. Pukul satu siang saya sudah tiba di kota Semarang dan langsung mencari cara menuju hotel bapak yang sudah saya pesan. Saya mendapati hostel saya berada di kawasan Pecinan Gajah Mada. Saya akan bermalam selama tiga hari dua malam di The Capsul Gajah Mada. Sengaja saya memilih Akomodasi ini karena salah satu tujuan saya di Semarang adalah untuk berburu kuliner dan mengunjungi tempat wisata menarik lainnya. Di kawasan Pecinan ini banyak sekali kuliner kuliner menurut ulasan ulasan yang saya baca sebelum berangkat. Saya jauh lebih senang untuk tinggal di dorm atau Hostel karena bisa bertemu dan berinteraksi dengan travel travel airline dari seluruh dunia. Tidak jarang teman satu dorm itu terkadang berasal dari luar negeri dan kita bisa bercerita pada masa masa Luang bahkan bisa jalan cuma punya waktu hingga besok malam sebelum melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Setelah makan istirahat dan makan malam dengan saudara di kawasan dekat Akomodasi penginapan ini saya tidak ingin jalan jauh jauh aja. Jadi saya minta untuk di aja Eksplorasi kawasan kuliner ini saya mencicipi makanan ringan makanan berat sampai beraneka jenis minuman di sini. Menariknya di kawasan Pecinan ini tidak hanya menjual makanan dari wilayah Semarang saja ada juga makanan dari tempat lainnya seperti pati, kudus dan masih banyak lagi. Saya keliling keliling mencicipi berbagai macam makanan hingga 11 saudara saya, kawasan ini pada malam hari selalu disterilkan dari kendaraan sehingga para pengunjung bisa luasa ekspor tempat dan warung kuliner yang ada di lokasi ini tanpa perlu khawatir terjebak kemacetan. Pokoknya tempat ini pasti untuk dijadikan tempat nongkrong selama di Semarang, menikmati Semarang pastinya!. Keesokan harinya dengan Motor mental yang sudah tiba di penginapan saya pukul enam pagi, saya berkeliling kota Semarang dan berkunjung ke beberapa donasi Destinasi wisata Semarang. Yang pertama saya mengunjungi. Seru juga mengunjungi tahun 1000 pada pagi hari karena masih segar dan tidak ramai mengunjungi. Uang Sewu adalah bangunan sejarah yang memiliki banyak pintu yang juga merupakan ikon utama pariwisata Semarang yang paling populer dan juga terkenal dengan saya berkunjung ke kota pelangi, benteng Pendem ambarawa dan desa Ngalaran. Desa yang terletak pada Kecamatan Bandungan ini masih kental memegang Teguh kebudayaan Jawa tampak dari rumah rumahnya yang masih tradisional dan ketika kita berada di sana seperti berada pada zaman berfoto-foto di desa Ngalaran, saya mendapat pesan masuk dari ibu saya "Ibuk mau bandeng presto ya!" Ibu memang suka sekali makan makanan satu ini dan kebetulan di semarang menjual banyak sekali bandeng presto sebagai oleh oleh khasnya. Saya pun menuju kawasan oleh untuk membeli bandeng Presto titipan ibu, dan beberapa Wingko babat dan lumpia untuk bekal perjalanan selanjutnya ke Yogyakarta. 1 2 Lihat Trip Selengkapnya
The server EU-UA-IEV-405 was not able to connect to the site's origin server. Why did this happen? This site is using CDN. This error indicates that our nodes were unable to reach the website’s origin server. If you're a visitor We apologize for the inconvenience. Please try again later, after the website owner has fixed the site. If you're the website owner Please verify that all IPs are in the allowlist on your server, and that your domain is configured correctly in CDN Configuration. Learn more at or pass this linked info along to your hosting provider. Please verify that your Connection Type to Origin and Origin IP are set correctly in the CDN Configuration.
detikTravel Community - Berakhir pekan di Semarang bisa menjadi pilihan traveler saat ini. Habis berapa ya kira-kira?Buat teman-teman backpacker dari Jakarta dan sekitarnya yang hanya mempunyai waktu libur dua hari, namun ingin ng-trip yang lumayan jauh dari ibu kota Semarang bisa menjadi pilihan. Bujetnya tidak tinggi-tinggi dimulai dari Stasiun Senen, Jakarta Pusat, dengan menggunakan KA Dharmawangsa Rp. Kebetulan pagi itu baru di dirilis oleh PT. Kereta Api Indonesia KAI, dan berakhir di Stasiun Semarang Tawang sekitar pukul di Semarang, saya langsung menuju penginapan yang sebelumnya sudah dibooking. saya membayar Rp. per malam. Letaknya tidak jauh dari Stasiun Tawang, sekitar 100 membersihkan diri sebentar, saya segera keluar mencari makan disekitaran penginapan. Terdapat sebuah warung Nasi Goreng Babat Gongso Pak Taman -kalau tidak salah namanya-. Usai menyantap nasi gongso, saya merogoh kocek Rp Rp. Warung nasi itu berada di sekitaran Kota Lama ya, penginapan saya terletak diantara Stasiun Semarang Tawang dan Kota Lama. Jadi, tinggal jalan kaki saja untuk berkeliling Kota kenyang, saya memutuskan untuk kembali ke penginapan untuk beristirahat. Niat hati cuma sekedar tidur-tiduran sambil browsing tempat wisata di Semarang, saya akhirnya ketiduran dan baru bangun sekitar jam setengah delapan malam. Langsung saja saya bergegas ke arah Kota Lama untuk mencari spot foto malam sekaligus mengisi perut malam di Kota Lama Semarang malam hari itu tidak begitu ramai karena memang bukan saat weekend, hanya ada beberapa grup muda-mudi berkumpul sambil berselfie ria dengan gedung-gedung tua sebagai latar utama saya keluar malam itu tidak lain adalah untuk mencari makan malam, atau minimal minimarket. Tapi di luar dugaan saya, tidak ada satupun minimarket yang masih buka ataupun sekedar tukang bakso yang mangkal. Apa mungkin saya kurang jauh muternya ya? Oke saya memutuskan untuk keluar lebih jauh lagi ke arah Simpang Lima Semarang dengan menggunakan motor rental Rp. yang sedari sore sudah kawasan Simpang Lima Semarang saya langsung memarkirkan motor di deretan warung-warung makanan yang memang berjejer disana. Pilihan perut saya jatuh ke bakmi jawa goreng -/+Rp. Setelah perut kenyang saya sedikit memutar ke arah ikon kota semarang Lawang mengambil gambar dari luar area gedung karena memang tidak buka sampai larut malam, saya langsung kembali pulang ke penginapan untuk paginya sekitar pukul saya checkout dari penginapan. Ya, saya hanya numpang mandi dan tidur semalam dan memulai petualangan saya di Semarang dengan motor rentalan. Saya sama sekali belum memiliki referensi tempat apa saja yang akan saya kunjungi hari itu, ditambah lagi dikejar jadwal kereta pulang ke Jakarta selepas saya singgah di restoran ayam 24 jam untuk sarapan -/+ Rp. sambil memanfaatkan wifi gratis untuk searching apa saja objek wisata di Semarang yang kira-kira bisa saya eksplorasi sekitar 6 jam Setelah dapat referensi dari beberapa sumber, tujuan pertama saya adalah kawasan Candi Gedong kata, Alhamdulillah bermodal GPS smartphone dan sesekali bertanya warga sekitar akhirnya saya sampai di kawasan wisata Candi Gedong Songo -/+ Rp. yang ternyata terletak di atas perbukitan, yang artinya saya harus treking beberapa ratus meter dari parkiran motor. Hmm cukup melelahkan namun semua itu dibayar lunas oleh pemandangan yang disajikan di candi, ada juga tempat pemandian air panas alami dan kita bisa menyewa kuda untuk membantu kita mengelilingi area candi satu setengah jam saya menikmati kawasan Candi Gedong Songo, saya kembali mengarahkan motor ke tujuan berikutnya, Klenteng Sam Poo Kong -/+ Rp. 7000, ada juga tiket terusan yang bisa masuk ke area dalam Klenteng yang berjarak sekitar 1 jam lebih sedikit. Saya hanya mengambil beberapa spot foto di lapangan tengah, karena saya memang tidak membeli tiket terusan yang bisa bebas explore area mau banyak membuang waktu yang semakin mepet, saya kembali mengarahkan sepeda motor ke tujuan berikutnya, Masjid Agung Jawa Tengah parkir -/+ Rp. 3000. Tepat waktu sholat Ashar saya sampai disana, benar-benar Masjid yang khas dengan payung lipat raksasa hidroliknya seperti masjid Nabawi di Madinah yang saya dapat, payung raksasa tersebut baru dibuka pada waktu Sholat Jumat ataupun Sholat Hari Raya saja. Disana juga ada sebuah menara yang menjulang tinggi dan bisa dinaiki untuk sekedar melihat sekeliling kota Semarang dari menunjukkan pukul setengah 5 sore, saya bergegas ke tujuan selanjutnya sekaligus terakhir, Lawang Sewu -/+ Rp. yang malam sebelumnya saya belum sempat mampir kesana. Situasi sewaktu saya sampai disana tidak begitu ramai, hanya ada beberapa pengunjung dan ada 1 grup yang sedang mengadakan pengambilan gambar untuk shooting film, akhirnya dengan berat hati saya harus kembali ke Jakarta, saya tiba di stasiun Semarang Tawang sekitar pukul setengah 6 sore. Alhamdulillah masih sempat mengisi perut dengan seporsi nasi goreng -/+ Rp. di salah satu resto area Matarmaja Rp. tujuan Pasar Senen membawa saya kembali ke Jakarta untuk kembali ke realita hidup yang sebenarnya. Tidak lupa saya sempatkan untuk membeli oleh-oleh di toko yang berjejer di dalam stasiun untuk keluarga dan kerabat dirumah. Seperti itulah kira-kira pengalaman saya backpacker-an Jakarta Semarang PP hanya dalam dua hari. Sampai jumpa di perjalanan berikutnya.***Traveler yang hobi berbagi cerita perjalanan bisa mengirimkan artikel, foto atau snapshot kepada detikTravel di d'Travelers. Link-nya di sini.
backpacker ke bromo dari semarang