Sangat wajar karena dalam kehidupan sehari-hari mereka dekat dengan dunia dokter dan guru. Cita-cita menjadi dokter, guru, itu mungkin suatu hal mainstream alias cukup umum, tetapi, ketika besar sering kali tidak tercapai. Banyak alasannya, salah satunya mengganti cita-cita setelah besar.
Cita-cita mencerminkan harapan dan impian kita di masa depan. Proses penentuan cita-cita dapat melibatkan eksplorasi minat, nilai-nilai, dan potensi diri. Dalam cerpen ini, tokoh utama, Andi, bercita-cita menjadi seorang dokter karena beliau ingin membantu orang lain dan menyembuhkan penyakit.
(Cita-Cita) Menjadi Seorang Dokter. Menjadi dokter merupakan cita-cita ku sejak aku masih kecil, karena menurutku dengan menjadi dokter kita bisa membantu orang yang sedang sakit dan membutuhkan pertolongan.
1. "Dokter? Dokter? Dokter!" teriak Susan. "Yaa! Apa? Ada apa?" jawab Sang Dokter, tersadar. Sosok di depannya, nampak ada 3. Kemudian 2. Kemudian… "Dokter! Lorong 3! Jam makan siang Anda akan terganggu, namun ini perintah dari Head Chief! Bulan ini menegangkan, Dok! Anda sebaiknya bersiap dengan baik!" jawab Susan, kesal.
Dan cerpen itu bertemakan tentang cita-citaku. Pada saat saya duduk di bangku SD kelas 1 saya memiliki cita-cita menjadi Pilot, tetapi entah mengapa pada saat saya duduk di bangku SD kelas 5/6 cita-cita saya luntur, dan pada kelas 7 dan 8 ketika guru saya menanyakan cita-cita saya. yaitu menjadi seorang Dokter, tetapi saya baru sadar dan
okPAV.
cerpen tentang cita cita menjadi dokter